|
Hari Sebelumnya
Mei 16
Baca I Tawarikh 14, 15, 16
Ada banyak sifat-sifat yang baik yang terlihat dalam kehidupan Daud. Yang terutama adalah kasihnya yang sangat besar terhadap Firman Allah, sehingga ia berkata: Betapa kucintai TauratMu! Aku merenungkannya sepanjang hari (Mazmur 119:97). Sikap ini mengakibatkan ia sungguh-sungguh menghayati pentingnya dan pengaruhNya Firman itu dalam kehidupannya. Dalam Mazmur 119, ia mendaftarkan lebih dari 150 ciri tentang Firman Allah. Daud juga terkenal sebagai orang yang mementingkan hal berdoa. Itulah sebabnya kalimat: Bertanyalah Daud kepada Allah, apakah aku ...... sering diulang-ulang (I Tawarikh 14:10,14; perhatikan: I Samuel 23:2,4; 30:8; II Samuel 2:1; 5:19,23; 21:1). Daud juga sangat patuh kepada Firman Allah dan ia selalu berbuat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya (I Tawarikh 14:16). Daud tidak ingin dipuji melainkan sebaliknya ia hanya ingin agar Allah yang dipuji. Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah namaNya, perkenalkanlah perbuatanNya di antara bangsa-bangsa! Bernyanyilah bagiNya, bermazmurlah bagiNya, percakapkanlah segala perbuatanNya yang ajaib (16:8-9). Akibat dari sikapnya yang sangat menghargai dan menghormati Allah, maka termasyhurlah nama Daud di segala negeri dan Tuhan mendatangkan rasa takut kepadanya atas segala bangsa (14:17). Tidak mengherankan apabila Daud dikenal sebagai orang yang dekat dengan hati Allah (I Samuel 13:14; Kisah 13:22).
Segera setelah ia menetapkan Yerusalem menjadi ibu kota, Daud mengumpulkan bangsa itu hanya untuk memuji dan menaikkan syukur kepada Tuhan, dan sementara itu Tabut Allah diangkut dari rumah Obed-Edom ke Yerusalem. Untuk menunjukkan rasa hormatnya kepada Allah, dan karena menyadari bahwa Allah adalah penguasa tertinggi, maka Daud menanggalkan jubah rajanya lalu mengenakan pakaian efod, yakni jubah yang biasa dipakai oleh para imam yang sedang melayani Allah. Dengan berbuat demikian, Daud di hadapan umum mengakui kepatuhannya terhadap kekuasaan Raja yang Tertinggi dan ia mengungkapkannya dengan memuja dan menyembah Tuhannya sebagai Allah yang Mahakuasa dan Raja Israel yang benar.
Pada hari yang berbahagia itu, Daud menyampaikan sebuah mazmur yang sangat indah bagi Asaf dan paduan suaranya. Mazmur ini mengangkat hati kita untuk bernyanyi pada saat kita menyembah kebesaran Tuhan yang ajaib. Bernyanyilah bagiNya .... percakapkanlah segala perbuatanNya yang ajaib! ..... Bersukahati ..... Ingat untuk selama-lamanya akan perjanjianNya, akan firman yang diperintahkanNya ..... Ceritakanlah kemuliaanNya di antara bangsa-bangsa .... Sebab besar Tuhan dan terpuji sangat ..... Bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan .... Tuhan itu Raja (I Tawarikh 16:8-31).
Ya, memang Tuhan itu Raja! Memuji Tuhan dalam hati itu memang baik, namun itu belum cukup! Dunia perlu benar-benar mendengar kita memuji Tuhan. Tak ada hal yang dapat memuliakan Tuhan lebih dari pada pujian yang nyaring, terang-terangan, vokal yang terbit dari hati orang yang sungguh berserah kepadaNya -- percakapkanlah segala perbuatanNya yang ajaib .... Bersukahatilah (16:9-10).
Coba renungkan mengenai Paulus dan Silas yang mengalami penderitaan hebat di bawah para penguasa Romawi. Keduanya dipasung di sebuah penjara yang gelap, di sebuah ruangan yang kotor dan dingin, dan tubuh mereka mengucurkan darah (Kisah 16:24). Bukankah sepantasnya secara manusia mereka mengeluh dan berkata, "Mengapa saya harus mengalami hal ini, Tuhan?" Pasti penderitaan mereka sungguh berat karena hari-hari mereka dilalui tanpa makanan, tanpa kesenangan, dan tanpa mendengar ucapan terima kasih dari orang-orang yang mereka telah berusaha selamatkan dari neraka yang kekal. Namun sebaliknya pada tengah malam, mereka terdengar mulai memuji Tuhan dan bernyanyi (16:25). Menurut anda bagaimanakah perasaan para narapidana lainnya di dalam penjara itu terhadap kedua orang yang "fanatik agama"itu yang sedang bersukacita karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus (5:41)? Memang Setan merasa menang dan Allah dihina apabila kita sebagai anak-anakNya bersungut dan mengeluh, jengkel, dan marah. Memuji Tuhan dengan suara nyaring membawa hormat dan kemuliaan bagi Tuhan kita.
Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada Tuhan, dan untuk menyanyikan mazmur bagi namaMu, ya Yang Mahatinggi, untuk memberitakan kasih setiaMu di waktu pagi, dan kesetiaanMu di waktu malam (Mazmur 92:1-2).
Kristus Dinyatakan:
Melalui ketenaran dan pemuliaan Daud (I Tawarikh 14:17). Allah sangat meninggikan Kristus, Penebus kita, dan mengaruniakanNya Nama di atas segala nama (Fil. 2:9-11).
Saran Doa:
Percayalah kepada Allah: ke mana Ia memimpin, pasti Ia mencukupi (Mazmur 16:1-8).
Bacaan Tambahan:
I Korintus 3
Ayat Hafalan Minggu Ini:
I Petrus 1:18
Hari Berikutnya
|